Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

TPST Telah Diresmikan PJ Bupati Hanya Minta Masyarakat Buanglah Sampah Pada Tempatnya

| September 26, 2024 WIB |


Bangkalan, Treenews.id - Polemik sampah yang di ada di Kabupaten Bangkalan selalu menjadi pembicaraan hangat semua orang, terlebih semenjak di tutupnya Tempat Penampungan Akhir (TPA) yang ada di desa Buluh Kecamatan Socah maka Kabupaten Bangkalan tidak lagi memiliki TPA yang presentatif dan layak untuk membuang sampah milik masyarakat Bangkalan yang bisa diperkirakan dari 70 ton sampai 100 ton perharinya.

Sejak tahun 2020 hingga tahun 2024 kemana sampah dibuang? ini menjadi pekerjaan yang tidaklah mudah karena membutuhkan pemikiran yang tepat dan jitu agar tidak terjadi kembali konflik di tengah masyarakat. ada beberapa tempat yang sementara disewa Pemkab Bangkalan untuk menghimpun sampah dari msayarakat yang tidak berhenti setiap harinya. tercatat ada beberapa daerah di Bangkalan ini digunakan menampung sampah seperti Pedeng, Blega, Arosbaya, bahkan sempat juga di area pemkab Bangkalan digunakan menampungnya.

Berjalannya waktu dengan pemikiran yang luar biasa dari para petinggi di Bangkalan di bawah Komando Pj Bupati Bangkalan Prof. Dr. Drs. H.R. M. Arief Moelya Edie, M.Si ini yang bekerjasama dengan Pihak ketiga yakni IPRO, RECIKI dan RESINERGI maka akhirnya terbangunlah sebuah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang sudah lama ditunggu-tunggu masyarakat Bangkalan. Bertempat di lahan Pemkab Bangkalan seluas 9.750 M2 tepatnya di belakang Bangkalan Plaza saat ini terbangun Gedung TPST Bangkalan. Selain itu tempat ini juga akan dijadikan rumah edukasi dan taman belajar.

Tak main-main setelah di soft lounching dua minggu sebelumnya ternyata telah menghasilkan sebanyak 20 ton Refuse Derifed Fuel (RDF) sebagai bahan bakar yang baru dan terbarukan yang langsung dikirim secara perdana ke PT. Semen Indonesia di Tuban saat bersamaan dengan peresmian penggunaan TPST oleh PJ Bupati Bangkalan, Selasa (24/09/2024).

"Dengan terbangunnya TPST Bangkalan ini adalah sebagai jawaban penanganan sampah yang selama ini menjadi PR selama 4 tahun pasca ditutupnya TPA Buluh pada tahun 2020, dan ke depan kami memiliki target akan membangun lagi dua TPST yang sama di Kecamatan Blega dan Kecamatan Kamal agar tidak terlalu jauh dalam pengiriman sampahnya," Terang Orang nomer satu di Bangkalan ini.

Lebih lanjut Beliau menegaskan meminta kepada masyarakat hanya satu saja yakni buanglah sampah pada tempatnya karena keterbatasan armada dan tenaga yang ada di Pemerintahan Bangkalan untuk membersihkan di 18 Kecamatan, masih banyak sampah berserakan di pinggir-pinggir jalan yang seharusnya tidak perlu terjadi.

General Manajer IPRO Reza Andriyanto mengungkapkan tidak terlalu memikirkan target terlebih dahulu karena kami masih konsentrasi yang terpenting beroperasi dengan stabil dan realistis dan tidak terlalu bombastis karena ini masih dalam tahap permulaan. "Masih banyak PR yang harus dikerjakan, masih terus berlanjut agar beroperasi secara stabil, bertahap dan berharap manfaat pada masyarakat dapat terpenuhi, seperti diakui juga untuk pengadaan genset juga masih belum ada apabila ada pemadaman listrik," Jelasnya.

Dari TPST ini ada tiga hasil yang akan didapat yakni organik, yang bisa didaur ulang, dan residu menjadi RDF. Bahan organik akan diolah menjadi kompos yang diserap di lahan yang ada di bangkalan seperti Bang Jani dan tempat lain yang membutuhkan kompos, bahan yang bisa didaur ulang ini akan dikirim ke industri-industri daur ulang, dan RDF ini menjadi Covering bahan baku pemasakan di perusahaan semen.

Pengurus Inisiatif Bangkalan Hikmah Fatoni mengatakan obtimis dan sangat senang dengan kehadiran TPST ini karena dengan adanya mesin ini dirasa tidak perlu lagi adanya TPA yang selama ini selalu menjadi permasalahan di Bangkalan.

"Mari belajar membuang sampah pada tempatnya biar nanti kemudian semua sampah masuk ke TPST karena kalau tidak membuang pada tempatnya akan ada effort tambahan untuk mengumpulkan sampah itu terlepas dari masalah lain akibat buang sampah sembarangan seperti penyebab terjadinya banjir, penyakit kulit, diare, rusaknya terumbu karang dll karena masyarakat ini ada yang membuang sampah ke sungai atau laut.


_Red_
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update