Bangkalan, Treenews.id - Atas pencapaian penurunan angka stunting sepanjang tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Bangkalan meraih penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Sebelumnya pada tahun 2021 dengan prosentase cukup tinggi di angka 38,9 persen namun di tahun 2022 angka stunting di Kota Dzikir dan Sholawat mulai turun dengan prosentase 26,2 persen. Namun berkat kerja keras semua pihak pada tahun 2023 turun dengan prosentase 10,2 persen.
Kepala Dinas KBP3A Kabupaten Bangkalan, Sudiyo mengatakan, bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dengan peran penting stekholder yang turut aktif memberikan inovasi dan terobosan terbaru yang mampu menekan laju stunting di Bangkalan.
"Karena sesungguhnya target dari WHO dan ini diterapkan secara nasional, tahun 2024 ini 14 persen. Namun nasional hingga saat ini masih di angka 19 persen kemudian jawa timur itu sekitar 17 persen dan kita jauh di bawah rata-rata provinsi" Ujarnya, Senin (01/07/24).
Namun begitu, pihaknya tetap berupaya mempertahankan prosentase tersebut, bahkan dirinya berkeinginan angka tersebut terus turun dengan penanganan stunting berupa intervensi nyata dan perubahan perilaku dari masyarakat.
"Di dinas KB itu mempunyai kader tim pendamping keluarga sebanyak 817 yang tersebar diseluruh 281 desa atau kelurahan dan ini yang melakukan pendampingan kepada keluarga yang beresiko stunting dan jangan sampai lahir bayi-bayi stunting," Tukasnya.
Sementara itu, PJ Bupati Bangkalan, Arief M Edi mengapresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat aktif dalam penurunan angka stunting sehingga Kabupaten Bangkalan bertengger di urutan ke 5 sebagai Kabupaten dengan angka stunting terendah.
"Kami membangun komitmen untuk terus menurunkan angka stunting di kabupaten Bangkalan karena target kami angka stunting di Kota Dzikir dan Sholawat ini 0 persen kasus stunting " Pungkasnya.
_(Ga/Sat/Luv)_